Senin, 15 Januari 2018

Rumus Pola Pesak Depan Pada Celana

Pada tahapan pembuatan pola celana hal yang perlu diketahui salah satunya adalah bagaimana caranya menentukan panjang pesak / selangkangan depan. Hal ini sangat penting mengingat pada tahapan ini merupakan langkah awal sebelum kita mengukur lebih jauh untuk pembuatan pola pada celana secara keseluruhan.
Selama ini saya menggunakan rumus;

TP={ ( P:2 ) -5 } - X

Keterangan:
TP = Turun Pesak
P    = Panjang Pesak Keseluruhan
X  = Pengurangan  yang nilainya 6 cm .
Untuk nilai X sebesar 6 cm berasal dari lebar ban 4 cm ditambah 2 cm atau lebih menyesuaikan jenis bahan. Namun nilai X tersebut bisa lebih besar tergantung tingkat elastisitas bahan yang di pergunakan saat pemotongan. Sebagai contoh jika kita menggunakan bahan street maka biasanya nilai X secara keseluruhan bisa mencapai 8 cm atau 9 cm dan bukannya 6 cm.

1. Misalkan pada kasus celana bahan yang hendak dibuat dengan panjang pesak saat di ukur secara keseluruhan memiliki panjang 60 cm, lalu berapakah panjang pesak pada pola yang harus kita buat.
Dengan menggunakan rumus di atas maka dapat kita ketahui;

TP = {(60:2)-5} - 6
TP = {  30  -  5} - 6
TP =        25     -   6
TP =        19 cm

Dari Perhitungan di atas maka dapat kita ketahui jika pada celana yang memiliki panjang pesak secara keseluruhan 60 cm maka untuk pola turun pesak nya adalah 19 cm.

2. Contoh lainnya adalah apabila pada saat kita mengukur pelanggan dengan panjang pesak secara keseluruhan dari ban depan sampai ban belakang memiliki panjang pesak keseluruhan adalah 70 cm lalu berapah Turun Pesak yang harus kita buat.

TP = {(70:2)-5} - 6
TP = {  35  - 5 } - 6
TP =      30       -  6
TP =       24 cm

Dari contoh kedua di atas maka dapat kita ketahui apabila kita memiliki panjang pesak secara keseluruhan 70 cm maka untuk Turun Pesak yang diperlukan adalah 24 cm.

Jadi sekali lagi teman-teman perhitungan di atas adalah perhitungan rumus sederhana yang tentunya pada saat penerapannya perlu penyesuaian, mengingat pekerjaan kita sebagai penjahit menggunakan bahan sebagai media utamanya yang memiliki tekstur dan juga sifat yang berbeda-beda.

Namun untuk penggunaan rumus tersebut saya pergunakan setiap hari sebagai patokan dasar untuk pembuatan pola celana. Apabila ada yang kurang jelas silahkan sampaikan di kolom komentar bagian bawah. Semoga bermanfaat ilmunya terimakasih.

0 komentar:

Posting Komentar